Pelangsing Tubuh
Buah pepaya punya khasiat
menguruskan tubuh. Dengan rajin mengkonsumsi pepaya muda dapat
menghasilkan enzim dua kali lipat dari pepaya matang. Nah, enzim
tersebut berperan sebagai pengurai lemak dalam tubuh kita. Enzim itu
juga mengurai protein lebih baik serta melenyapkan daging berlebih.
Mengencangkan Payudara
Pepaya di percaya oleh nenek
moyang kita sejak dulu sebagai buah yang dapat mengencangkan payudara.
Enzim di dalam buah pepaya dapat membantu pertumbuhan payudara sehingga
lebih kencang dan kenyal. Pepaya juga diperkaya dengan hormone
pengencang serta vitamin A yang merangsang pengeluaran hormon wanita dan
merangsang indung telur mengeluarkan hormone betina. Dari hormon
tersebut kelenjar susu akan lancar dan bentuk payudara semakin ideal.
Awet Muda
Kadar vitamin C dalam pepaya
adalah 48 kali lipatnya buah apel!!. Pepaya juga aktif sebagai
detoksifikasi sehingga dapat menyegarkan kulit dari dalam. Pepaya juga
dapat mendorong proses metabolisme kulit. Pepaya juga baik melumerkan
lapisan kulit dan zat tanduk penuaan yang timbul dipori-pori sehingga
kulit lebih kencang dan cerah. Jadi, mulai sekarang rajin-rajin saja
pakai masker buah pepaya atau facial pepaya.
Buah pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral.
Kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, vitamin C-nya
lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks &
vitamin E.
Buah pepaya mengandung enzim papain. Enzim ini sangat aktif dan
memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. Mencerna
protein merupakan problem utama yang umumnya dihadapi banyak orang dalam
pola makan sehari-hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam mencerba
protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di
lambung.
Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram
per kilogram berat buah. Tapi jumlah yang sedikit ini hampir seluruhnya
dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah
pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya
sendiri. Daya cerna terhadap protein ini mengingatkan kita untuk lebih
cermat memilih makanan, Bahwa makanan yang mengandung protein tinggi
belum tenti bisa bermanfaat bagi tubuh. Yang penting adalah mudah atau
tidaknya protein itu diserap tubuh.
Papain bisa memecah protein menjadi arginin. Senyawa arginin
merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak
bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui makanan seperti telur
dan ragi. Namun bila enzim papain terlibat dalam proses pencerbaan
protein, secara alami sebagian protein dapat diubah menjadi arginin.
Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi
hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth
hormone (HSG), sebab arginin merupakan salah satu sarat wajib dalam
pembentukan HGH. Nah, HGH inilah yang membantu meningkatkan kesehatan
otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Informasi penting lain,
uji laboratorium menunjukkan arginin berfungsi menghambat pertumbuhan
sel-sel kanker payudara.
Papain juga dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga
terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating
atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan
akibat pencernaan yang tidak sempurna. Tekanan darah tinggi, susah
buang air besar, radang sendi, epilepsi dan kencing manis merupakan
penyakit-penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang
tidak sempurna. Papain tidak selalu dapat mencegahnya, namun setidaknya
dapat meminimalkan efek negatif yang muncul. Yang jelas papain dapat
membantu mewujudkan proses pencenaan makanan yang lebih baik.
Papain berfungsi membantu pengaturan asam amino dan
membantu mengeluarkan racun tubuh. Dengan cara ini sistem kekebalan
tubuh dapat ditingkatkan.
Pepaya juga dapat mempercepat pencernaan karbohidrat dan lemak. Enzim
papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah
dicerna. Tidak heran bila pepaya sering dijadikan bahan pengempuk
daging, terutama untuk pembuatan sate atau masakan semur.
Pepaya memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah
perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Pepaya membantu
menormalkan pH usus sehingga keadaan flora usus pun menjadi normal.
Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah,
maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya.
Malah, bagi mereka yang mengalami masalah pencernaan, disarankan untuk
mengonsumsi buah pepaya beserta bijinya.
Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan
nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin
memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah
mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Karena efek
yang satu ini, di berbagai negara, seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya
digunakan sebagai alat kontrasepsi. Saran untuk wanita hamil, bila
ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.


Artikel
0 komentar:
Posting Komentar